Tuesday, April 30, 2013


“SEPUCUK SURAT UNTUK CALON IBU MERTUA"

Bismillaahirrahmaanirrahiim 

IBU,
Perkenalkanlah saya hanyalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat biasa pula. Dari kalangan keluarga yang biasa saja.

Saya bukanlah seperti Khadijah ra, Seorang wanita yang luar biasa dalam Sejarah wanita Islam yang teramat Mulia.

Saya bukanlah seperti Aisyah ra, Seorang yang terkenal utama dalam ketakwaannya.
Bukan pula Fatimah Az Zahra yang sangat terkenal utama dalam Ketabahannya.

Tidak pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya.
Apalagi seperti Al-Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid–mujahid kecilnya.

Tapi seperti yang saya katakan, saya hanyalah wanita biasa.
Dengan ketakwaan yang biasa.
Ketabahan yang tak seberapa.
Dan kecantikkan saya pun tak pantas untuk diutarakan.

Namun IBU,
Saya adalah wanita akhir zaman.
Yang punya cita–cita menjadi wanita Sholehah.
Yang akan berusaha mengabdi pada calon Suamiku.
Dan juga padamu. Calon Ibu mertuaku.

IBU.
Saya harap kita bisa menjadi menantu yang baik.
Karena pernikahan adalah membuka tabir rahasia antara aku dan anakmu.
Butuh banyak kesabaran untuk menghadapi banyaknya kejutan–kejutan dari perbedaan diantara kami.
Saya berharap Ibu dapat menjadi penasehat jika aku sedang dalam kealpaan.
Menjadi pendegar yang setia saat saya ingin berbagi.
Karena sekali lagi saya bukanlah seperti Siti Hajar yang sabar dalam penderitaan

Tuesday, April 2, 2013

Cinta Tak Biasa Part I,,

Gw menggenalnya beberapa tahun yang lalu, dia sesosok pria yang tak ku kenal seperti apa, karena ku belum sempat berkenalan dengannya. Ternyata dia mempunyai pribadi yang menarik, pria yang baik dan terutama dia sangat rajin salat dan mengaji. Sampai pada saat aku bertemu untuk pertama kalinya dia tinggi, putih dan kurus. Berkenalan dengannya adalah langkah pertama hatiku membuka hati untuk orang lain. Pada waktu th penampilannya tidak sesuai dengan yang gw inginkan karena gw suka liat pria dari penampilannya.

Dia begitu sabar menghadapi gw yang belum bisa membalas cintanya, 7 bulan dia berusaha untuk meyakiniku kalau dia bisa membahagiakan ku dan tidak mempermainkanku seperti mantanku terdahulu. Sampai pada akhirnya gw menerimanya. Banyak yang udah gw lalui sama dia terutama perubahan dalam diri gw yang amat drastis yaitu menutup aurat yang sebagaimana mestinya dianjurkan dalam agama islam. Dan pada akhirnya gw menutup aurat pada saat gw pacaran dengannya, dan gw menutup aurat karena dorongan yang dia lakuin ke gw tapi dia gak pernah maksa gw untuk menutup aurat dia hanya memotivasi untuk gw menutup aurat. Dia banyak mengajarkan gw segala hal terutama tentang agama, setiap malam jumat gw yasinan yah walaupun gak sering2 banget, puasa hatam Al-Quran, dan setiap sebelum tidur dia mengajarkan gw untuk salat. Dan yang sebelumnya gw jarang melakukan itu semua dan gw melakukan th semua karena dorongan dia untuk mengubahku menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih mendekat pada siapa yang menciptakanmu....

Sebenernya gw bahagia banget sm dia, dia selalu ngalah untuk gw pada saat ada pertengkaran diantara kita, dan dia bilang mendingan ngga usah bahas yang membuat tambah masalah aku lebih memilih mengalah demi kebaikan kita berdua, aq yang salah dan menyebabkan pertengkaran ini aku minta maaf ya...itu perkataan yang selalu dia katakan ketika ada pertengkaran diantara kami. Dan yang gw selalu inget kebiasaan yang pernah gw lakuin berdua yaitu suka menebak lagu apa yang lagi dinyanyikan pasti th kegiatan yang selalu dilakuin kita berdua. Katanya dari pada kita ngebahas orang lain mendingan kita main dan bodohnya dia selalu kalah..hehehe!!! Dan ada saat dimana dia meminta gw untuk bernyanyi pada saat dia ingin tidur dan membuat gw bt ditinggal tidur dan begonya gw masih nyanyi sendiri padahal dianya juga udah tidur.

Dia selalu mendahulukan kepentinganku dibandingkan kepentingannya eeiitss tapi disini bukanku memaksanya untuk mendahulukan gw tapi mang dia yang memilih tuh,hahahha!!misalkan pada saat dia kumpul dengan teman-temannya padahal gw ngga mau ganggu dia tetapi dia sendiri yang telpon dan sekali dia telpon bisa berjam-jam yang membuat gw binggung apa yang harus dibicarain. tapi ada aja yang diperbincangkan. 

Selama gw menjalani bersamanya orang tua gw seneng banget karena dia banyak membawa perubahaan pada gw mulai dari gw jarang maen dimalam hari, balik ngga pernah malem, terutama menutup aurat. Dan karena dia juga cepet nyambung sama orang yang baru kenal jadi bisa akrab banget sama orang tua gw
Gw menjalaninya 2 tahun lebih bersamanya, jarang banget ada masalah, dan sekalinya ada masalah tuh sangat besar dan membuat hubungan gw dengannya berakhir. Berawal dari dia dirumah sakit pada saat tuh dia mw keluar dari rumah sakit dan gw gak ikut kepulangannya karena gw ada ujian dikampus yang jelas-jelas gw gak bisa tinggalin dan terpaksa gw ngga ikut kepulangannya dan dia juga gak marah gw gak ikut yang penting buat dia kelar kuliah gw. Kakaknya dia sempat ngomong sm gw kalau ada temannya dia yang anterin balik dari rumah sakit dan gw gak masalahin karena pada saat tuh kakanya bilang hanya teman. Ternyata perempuan tuh yang lagi deket sama dia ketika gw sibuk dengan kuliahnya tapi pada saat itu gw belum begitu curiga tentang keberadaan itu perempuan.

Makin hari hubungan gw makin gak jelas dari dia yang gak ada waktu buat gw, makin sibuk kerja dan waktu untuk berdua sama dia pun gak ada. Dan tuh terjadi pada saat gw lagi buat skiripsi, bisa bayangin dong lw lagi mikir soal skripsi dan hubungan lw sm cowo lw makin gak jelas gimana mau konses bikin skripsi????tapi untung ada teman-teman gw yang selalu membantu dan mensupport gw dalam mengerjakan skiprsi. Oke untuk saat itu gw gak mau berfikir macem-macem yang penting buat gw skirpsi gw kelar dan cepet pergi dari kampus. Dan disaat gw mau masuk bab 4 dimana tuh skripsi lagi pusing-pusingnya karena dibab 4 tuh hitung-hitungan semua hubungan gw pun harus berakhir dengannya. Karena terlalu banyak masalah dan gw juga gak bisa mempertahankannya karena masih sibuk dengan skripsi gw, jadi mending gw pasrah aja sama keadaan.

Pada saat hubungan gw berakhir gw kecewa banget padahal gw butuh banget dukungan dan ada yang bantu gw pada saat gw skirpsi dan gw pengen banget dalam skirpsi gw ada nama dia yang ikut membantu pengerjaan skirpsi gw tapi sayang kalau hubungan udah gak bisa dipertahankan akan makin ancur. Dan gw berjanji pada diri gw sendiri gw harus kelarin skripsi gw dan gw bisa lulus tanpa ancurin skripsi gw cuma karena dia. Dan akhirnya skripsi gw kelar juga, tinggal menunggu sidang dan komprensif setelah beberapa minggu gw menunggu jadwal sidang dan komprensif akhirnya hari yang ditunggu tiba juga, deg-degan setengah mati kalau sidang yakin bakal lulus tapi komprensif???Alhasil Alhamdulillah sidang dan komprensif lulus dengan hasil memuaskan.